logo

Wakil Rakyat Micro Site

Minggu, 22 April 2018 | Edisi : Indonesia
Aksi Penyanderaan di Papua

Komisi I: Menko Polhukam Perlu Menjelaskan Definisi Kelompok Bersenjata

Senin, 20 Nov 2017 - 10:41:25 WIB
Sahlan, TEROPONGSENAYAN
99bobby-adhityo.jpg
Sumber foto : Istimewa
Bobby Adhityo Rizaldi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri dalam membebaskan sandera di Papua.

Namun, Bobby juga berharap agar para pelaku penyanderaan ditangkap secepatnya.

"Saya menyarankan dilakukan operasi bersama TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran," kata Bobby saat dihubungi, Minggu (19/11/2017).

Selain itu, Bobby juga meminta pemerintah segera merumuskan formulasi keamanan di Papua, karena melihat peristiwa ini, definisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) perlu diperluas. Pasalnya, hal itu berpotensi menjadi kelompok militer separatis.

"Menko Polhukam perlu meredefinisi kelompok bersenjata itu, karena sepertinya sudah bukan kriminal murni, sangat terorganisir dan menimbulkan dampak teror yang luas dan terhubung dengan organisasi politik di luar negeri," kata Bobby.

Wasekjen Partai Golkar ini juga menilai memang dilema, untuk mengklasifikasi kejadian tersebut, apakah dikategorikan operasi militer selain perang (OMSP), karena khawatir deng potensi pelanggaran HAM yang bisa di jadikan isu negatif di luar negeri.

"Akan tetapi ini perlu segera diputuskan agar aksi kelompok bersenjata ini tidak meningkat menjadi aksi separatis militer," tandasnya.(yn)