logo

Wakil Rakyat Micro Site

Minggu, 21 Oktober 2018 | Edisi : Indonesia
Lobi

Nahloh, DPR Prediksi Indonesia Akan Impor BBM Hingga 100 Persen

Rabu, 09 Agu 2017 - 13:17:18 WIB
Syamsul Bachtiyar , TEROPONGSENAYAN
3unnamed (18).jpg
Sumber foto : Istimewa
Eni Maulani Saragih

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengungkapkan, kemungkinan Indonesia akan melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 100 persen.
Hal tersebut akan terjadi, lanjut dia, karena penerapan standardisasi BBM kualitas Euro IV.

"Indonesia hingga kini tidak memiliki kilang yang dioperasikan oleh PT Pertamina (Persero) yang bisa memproduksi BBM kualitas Euro IV. Apalagi kilang swasta," ujar Eni yang politisi Partai Golkar itu saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Menurut dia, kondisi tersebut sangat ironis di tengah konsumsi BBM dalam negeri yang terus meningkat. "BBM Euro IV sangat baik bagi lingkungan. Tapi di sisi lain penyediaan BBM Euro IV akan menjadi kendala," kata Eni.

Dijelaskan Eni, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, mengharuskan kendaran bermesin bensin mulai menerapkan atau menggunakan BBM jenis Euro IV pada 2018, sedangkan jenis diesel baru berlaku pada 2021.

"Kilang milik Pertamina saat ini masih sangat kesulitan untuk memproduksi BBM dengan kualitas Euro II, apalagi untuk memproduksi BBM kualitas Euro IV," ungkap Eni.

Menurutnya, dibutuhkan investasi yang sangat besar untuk melakukan revitalisasi kilang milik Pertamina untuk ditingkatkan kualitasnya agar bisa memproduksi BBM kualitas Euro IV.

"Namun kalau tidak segera dilakukan akan menjadi masalah ke depannya. Kalau saat ini belum bisa bangun kilang, semestinya kilang Pertamina harus di upgrade," tandasnya.

Untuk itu, kata dia, semua pihak harus mendukung langkah Pertamina untuk melakukan revitalisasi kilang miliknya agar bisa sesuai standar Euro IV.

"Apa yang dilakukan oleh direksi Pertamina saat ini soal revitalisasi kilang harus didukung penuh. Ini demi ketahanan energi nasional," ujarnya.

Eni mengungkapkan sosok Rachmad Hardadi yang saat ini duduk sebagai direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia di Pertamina merupakan orang yang mumpuni soal kilang.

"Program dia (Hardadi) sangat bagus soal revitalisasi kilang. Semua direksi di Pertamina semestinya mendukung program yang dicetuskan dia," pungkasnya.(dia)