logo

Wakil Rakyat Micro Site

Senin, 23 Juli 2018 | Edisi : Indonesia

Eni Saragih Apresiasi Proyek Pengembangan Gas JTB

Selasa, 26 Sep 2017 - 11:17:00 WIB
syamsul bachtiar, TEROPONGSENAYAN
76enimaulani2.jpeg
Sumber foto : ist
Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengapresiasi peletakan batu pertama Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Eni berharap, pembangunan Lapangan Gas JTB ini benar-benar memberi manfaat besar kepada masyarakat, utamanya soal ketersediaan listrik murah.

"Kalau tidak salah gas ini diberikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jadi kita berharap memang bermanfaat gitu loh, bermanfaat buat listrik yang murah," ujar politisi Golkar itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menurutnya, dengan dibangunnya lapangan gas JTB akan membuat harga jual gas untuk produksi listrik dan industri menjadi murah. Pembangunan tersebut juga akan menciptakan efisiensi produksi.

"Makanya kalau memang ini efisien kita ingin tahu juga harganya berapa yang dijual. Karena yang kita harapkan bila untuk listrik harus di bawah 6 dolar per MMBPTU. Jangan di atas 6," imbuh legislator dari Gersik Jawa Timur ini .

"Dan kalau memang akan dibuat PLN itu harus di bawah 6 dollar supaya listriknya murah. PLN juga tidak terbebani," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan resmi melakukan peletakan batu pertama Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama yang dilakukan pada Senin (25/9/2017) menjadi tahapan penting yang menandai dimulainya pekerjaan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (gas processing facilities/GPF).

Proyek JTB memiliki kapasitas produksi yang mencapai 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Seluruh produksi gas akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri

Alokasi sebesar 100 MMSCFD diperuntukkan ke Pertamina yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara sebesar 72 MMSCFD akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (plt)