logo

Wakil Rakyat Micro Site

Senin, 23 Juli 2018 | Edisi : Indonesia

Eni Saragih: Wakil Rakyat Harus Gaul

Minggu, 08 Okt 2017 - 18:47:50 WIB
syamsul bachtiar, TEROPONGSENAYAN
13enimaulani2.jpeg
Sumber foto : ist
Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih

LAMONGAN (TEROPONGSENAYAN)--Anggota DPR RI Komisi VII, Eni Maulani Saragih mengajak sesama anggota DPR dan pejabat lainnya berjiwa gaul dan ramah terhadap rakyat.

Menurutnya, kamus gaul juga harus dimiliki seorang politisi yang juga wakil rakyat.

"Wakil rakyat harus gaul," ujar Eni Jumat (6/10/2017), saat menyerahkan 17 motor sampah (motor 3 roda) dan sosialisasi infrastruktur kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup di pelataran Gedung Golkar, Lamongan.

Apa yang diungkapkan Eni bukan gaul dalam arti seperti perilaku anak muda pada umumnya. Arti gaul yang dimaksud adalah bahwa anggota DPR harus mau melakukan pendekatan ke lintas komisi untuk membantu yang dibutuhkan masyarakat.

Bantuan kepada masyarakat dari bukan saja dari komisi yang dibidanginya saja. Walaupun beda komisi tapi masih bisa disentuhnya.

"Memamg perlu waktu dan energi, beda komisi juga perlu pendekatan dan harus gaul," ungkapnya.

Eni menunjukkan bukti, seperti sebelumnya ada bantuan yang didapatkannya sebanyak 15 hand traktor yang diserahkan ke Lamongan. Bantuan ini mestinya bukan bagian komisinya karena dia ada di sektor SDM.

"Tapi bolehlah, nyentuh-nyentuh sedikit," ungkapnya.

Selama 2016 hingga 2017, telah diserahkan bantuan khusus untuk Lamongan yang nilainya sekitar Rp 20 miliar. Ada banyak sektor yang direalisasikannya, diantaranya pemasangan 150 penerangan jalan umum (PJU), 17 unit motor roda tiga untuk pengangkut sampah, serta bantuan pemasangan listrik bagi keluarga tidak mampu.

Selain itu, ada program bantuan konverter untuk 280 nelayan Lamongan pada November dan sudah masuk dalam anggaran, serta mesin membuat pupuk organik.

Pada 2018 ada pilot project pengolahan sampah atau bank sampah dengan didukung teknologi mesin pemisah sampah kompos dan plastik. Di samping itu, ada mesin cacah, mesin pemilah antara kompos dan plastik. Dengan teknologi ini diharapkan akan membantu menambah penghasilan masyarakat.

"Plastik yang belum dicacah laku Rp 2 ribu per kilogram. Yang sudah dicacah Rp 4 ribu per kilogram," ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini memberi perhatian kepada masyarakat Lamongan karena bagian dari Dapil yang menjadikannya wakil rakyat. Eni mengaku tugasnya sekarang adalah menyambungkan kebutuhan masyarakat,dan bukan hanya warga Golkar. (plt)