logo

Wakil Rakyat Micro Site

Selasa, 16 Juli 2019 | Edisi : Indonesia
Lobi

Jazuli : Doa Ulama Berkah Bagi Indonesia

Selasa, 01 Agu 2017 - 13:32:02 WIB
Mandra Pradipta , TEROPONGSENAYAN
54medium_52Jazuli Juwaini 5.jpg
Sumber foto : Istimewa
Jazuli Juwaini

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini menyebut bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa pertolongan Allah. Dan salah satu kunci keberkahan Indonesia adalah terletak dari doa-doa dari para santri dan ulama di Indonesia.

"Keberkahan tidak ada dari yang lain, kecuali dari Allah SWT. Oleh sebabnya pendiri bangsa ini, tidak menjadikan Indonesia sebagai negara agama, tapi menjadikan agama sebagai pilar dari bangsa dan negara Indonesia, agama, di Indonesia menjadi pilar penting dalam pembangunannya," kata Jazuli kepada TeropongSenayan di Jakarta, Selasa (245/7/2017).

Jazuli mengungkapkan bahwa santri dan ulama di Indonesia, sejak zaman kemerdekaan telah terbukti menjadi benteng utama dalam membawa kemerdekaan di Indonesia. Sehingga, dia mengatakan bahwa seharusnya negara Indonesia berhutang budi pada perjuangan para ulama dan santri dalam kemerdekaan Indonsia.

"Tidak boleh juga kita menuduh ulama dan santri kita adalah anti NKRI, karena terlalu banyak darah dan energi yang dikeluarkan oleh santri dan ulama, sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini," terangnya.

Dia mengatakan bahwa agama dalam konteks kebangsaan adalah sebagai pondasi dalam membangun bangsa dan negara. Sehingga, katanya lagi bingkai spiritual yang diajarkan dalam Agama, terutama saat setelah puasa Ramadhan, harus dijadikan pondasi membangun bangsa jika tidak ingin bangsa ini karam.

"Dulu, kami di DPR concern, ada yang hendak menghilangkan kolom agama, saya tegaskan, harus ada kolom agama, semua agama dicantumin, ini identitas, oleh karena itu, bingkai spritual ini harus dijadikan dasar dan pondasi membangun bangsa. Kalau bangsa ini tidak mau karam, puasa kita sebulan penuh sebagai bagian dari ajaran Agama mengajarkan kita kebersamaan sebagai pondasi membangun bangsa dan negara," pungkasnya.(dia)