logo

Wakil Rakyat Micro Site

Rabu, 19 Desember 2018 | Edisi : Indonesia
Ekspresi

Kata Jazuli, Krisis Rohingya Kontradiktif dengan Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 07 Sep 2017 - 08:51:46 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
22jazuli-juwaini.jpg
Sumber foto : Istimewa
Jazuli Juwaini

BALI (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan, krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar merupakan tindakan pelanggaran HAM dan kontradiktif dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG's).

Ia menyayangkan, ketika parlemen dunia sedang memikirkan bagaimana membangun masyarakat dari kemiskinan, kebodohan dan kertertinggalan. Justru, terjadi krisis kemanusiaan di belahan dunia lain.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan sebagai agenda 2030 hanya akan sia-sia, jika masih ada aksi-aksi kekerasan.

"Ini kan kontradiktif antara apa yang kita targetkan bersama," kata Jazuli usai pembukaan Sidang World Parliamentary Forum yang berlangsung di Nusa Dua Bali, Rabu (6/9/2019).

Sebagai langkah konkret untuk menghentikan tindakan rasis di Myanmar, World Parliamentary Forum akan merumuskan peran parlemen dalam mencegah timbulnya aksi kekerasan dan menciptakan perdamaian yang akan tertuang dalam Bali Declaration. Sehingga semua bangsa bisa berdiri sejajar.

Dirinya pun mendorong forum parlemen dunia untuk mengintervensi Myanmar agar menghentikan kekerasan pada etnis Rohingya. Menurutnya, seruan ini bukan hanya keinginan rakyat Rohingya tetapi suara dunia bahwa semua bangsa punya hak untuk hidup.

"Apapun alasannya, pembunuhan satu etnis tidak dibenarkan. Pembunuhan terhadap anak-anak yang tidak bersalah tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Karena itu, kita harus hentikan bersama-sama sehingga pararel dengan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan," tegas Jazuli.(yn)