logo

Wakil Rakyat Micro Site

Selasa, 18 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Ketua Fraksi PKS Serahkan Bantuan Alat Pertanian kepada Poktan di Banten

Minggu, 04 Peb 2018 - 15:22:46 WIB
Mandra Pradipta , TEROPONGSENAYAN
58IMG-20180204-WA0041.jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan
Jazuli Juwaini menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Poktan di Banten, Sabtu (3/2/2018)

SERANG (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini melakukan silaturahim dan penyerahan Alsista (Alat Sistem Pertanian) kepada Poktan (Kelompok Tani) di Provinsi Banten. Acara berlangsung di areal perkebunan PT Saptindo, Cikande, Kabupaten Serang, Sabtu (3/2/2018).

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten sekaligus Sekum DPW PKS Banten Gembong Sumadi, Anggota DPRD Fraksi PKS Kabupaten Serang Supiyanto serta perwakilan dari Dinas Pertanian/UPTD Kabupaten Serang, Kepala Desa Leuwilimus, Manajemen PT Saptindo, dan ratusan petani yang tergabung dalam 12 Poktan dari Kabupaten/Kota Serang.

Dalam sambutannya, Jazuli mengatakan, kehadirannya di tempat itu dalam rangka bertukar informasi soal pertanian di provinsi Banten. Selain itu sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan alat pertanian yang secara khusus diadvokasi olehnya melalui Kementerian Pertanian. 

"Saya senang dan bangga berada di tengah-tengah bapak-bapak sekalian karena dari tangan petani inilah bangsa Indonesia mendapatkan bahan pangan bermutu. Bangsa ini berhutang budi pada petani," kata Jazuli.  

Untuk itu, lanjut anggota DPR Dapil Banten ini, kebijakan negara harus berpihak pada petani. Petani Indonesia harus sejahtera dan Fraksi PKS berkomitmen selalu berpihak dan mengupayakan kesejahteraan petani melalui perumusan kebijakan di Parlemen, baik DPR RI maupun DPRD. 

"Saya pribadi konsen dengan nasib petani karena saya adalah anak petani dan sampai sekarang masih bertani, masih sering nyawah. Sehingga saya tahu kondisi petani.  Saat mau tanam, pupuk mahal. Nanti giliran mau panen, harga gabah atau beras turun. Oleh karena itu, Fraksi PKS tegas menolak impor beras karena jelas merugikan petani," tegas Jazuli. 

Semestinya kalau berpihak pada petani, lanjut dia, pemerintah harua menyerap beras petani bukan malah impor. Adapun subsidi pupuk, Jazuli meminta hal itu harus sampai langsung pada petani. 

"Saya ingin bapak-bapak bangga menjadi petani karena peran bapak-bapak ini luar biasa karena petani sangat besar jasanya bagi bangsa Indonesia.  kita ingin petani menjadi penguasa lahan, bukan hanya penggarap apalagi buruh tani. Semoga dengan fasilitasi bantuan ini bisa manfaat untuk meningkatkan hasil pertanian," pungkas Jazuli.(yn)