logo

Wakil Rakyat Micro Site

Sabtu, 23 Juni 2018 | Edisi : Indonesia

Aleg PKS Bertekad Lipat Gandakan Kursi Dewan di Pemilu 2019

Kamis, 15 Peb 2018 - 22:00:19 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
33Jazuli-Mandra-Alus.jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan
Jazuli Juwaini

YOGYAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Legislatif PKS seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta pada 13-16 Februari 2018, untuk mengukuhkan kemenangan besar PKS pada Pemilu 2019. Dipimpin Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, seluruh anggota legislatif (Aleg) PKS se-Indonesia mengikrarkan komitmen untuk melipatgandakan perolehan kursi dewan dari Pemilu 2014. 

"Di Dapil yang sudah ada kursi, haram hukumnya kursi PKS hilang dan wajib hukumnya bertambah dua kali lipat. Siap?," tanya Jazuli yang dijawab kompak 'siap' oleh peserta sidang yang memadati Ballroom Hotel Alana, Yogyakarta, Kamis (15/2/2018).

Untuk itu, anggota DPR dan DPRD PKS harus bekerja keras meraih kemenangan dua kali lipat tersebut. Menurut Anggota Komisi I ini, menang dua kali lipat di dapil yang PKS sudah memiliki kursi ini adalah syarat minimal, karena PKS juga melakukan ekspansi ke dapil-dapil yang belum memiliki kursi. 

"Ada strategi khusus yang kita siapkan untuk itu dan akan menjadi kejutan dari PKS. Mudah-mudahan publik merespon dengan positif dan memilih calon-calon terbaik PKS di tempat tersebut," katanya. 

Jazuli meminta seluruh alag PKS lebih rajin lagi turun ke masyarakat, lebih kuat lagi silaturahimnya kepada para ulama, kyai, habaib serta tokoh masyarakat untuk memperluas basis dukungan yang ada. Harus lebih meningkat khidmat dan pelayanannya kepada rakyat yang membutuhkan. 

"Sampaikan kepada mereka apa yang sudah PKS lakukan dan perjuangkan di lembaga legislatif sekaligus meminta nasihat dan menyerap aspirasi apa yang mereka harapkan untuk kemajuan rakyat, umat, bangsa, dan negara," kata Jazuli. 

Selain itu, perbaiki komunikasi dan performance di media-media publik dengan citra dan kinerja yang positif dan prestatif. Dekat dengan wartawan dan aktif berbagi informasi.

"Tidak ada cerita aleg PKS malu-malu atau malah ngumpet ketemu wartawan. Bertemu wartawan itu adalah bagian dari cara untuk menyampaikan akuntabilitas publik," tandasnya.(yn)