logo

Wakil Rakyat Micro Site

Sabtu, 23 Juni 2018 | Edisi : Indonesia

Jazuli Juwaini Beri Kuliah Umum di Untirta Banten

Selasa, 06 Mar 2018 - 14:44:16 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
79Jazuli-Juwaini-Untirta-Banten.jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan
Jazuli Juwaini (kedua, kanan) usai memberikan kuliah umum di Untirta Banten, Selasa (6/3/2018)

CILEGON (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, diundang untuk menyampaikan kuliah umum tentang demokrasi di hadapan 300 Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Selasa (6/3/2018), bertempat di Aula DPRD Kota Cilegon. Jazuli hadir menyampaikan kuliah umum didampingi dosen pengampu Nasirudin, MAg. 

Jazuli yang juga Doktor Ilmu Manajemen ini menyampaikan kuliah dengan judul "Indahnya Demokrasi di Era Milenial". Ia mengapresiasi mahasiswa Untirta yang mau mempelajari dan mendalami demokrasi sebagai sistem bernegara yang telah dipilih bangsa ini. 

"Bukan hanya mempelajari, saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk mempraktekkan demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa kita yaitu demokrasi Pancasila," terang Jazuli. 

Anggota DPR Dapil Banten ini mengatakan hal itu sambari mengajak mahasiswa untuk melakukan refleksi atas praktik demokrasi yang berlangsung saat ini sejak reformasi 1998.

"Ada nuansa demokrasi kita kebablasan dan tidak atau belum sepenuhnya mencerminkan demokrasi Pancasila karena kita hanya menjalankan esensi kebebasan semata tanpa kemauan untuk menerapkan nilai tanggung jawab," katanya. 

Di situ lah esensi demokrasi Pancasila, kata Jazuli, yaitu kebebasan yang bertanggung jawab, kebebasan yang beretika, yang berpegang pada lima sila Pancasila secara konsekuen. 

"Jadi demokrasi kita beda dengan demokrasi Barat yang basisnya memang paham individualistik. Sementara Indonesia berpaham Pancasila yang menekankan kolektivisme atau gotong royong," jelasnya panjang lebar. 

Maka dari itu, lanjutnya, dalam menjalankan kebebasan di Indonesia setiap warga negara harus bertanggung jawab, tidak bisa sebebas-bebasnya atau seenaknya meski mengatasnamakan hak asasi. Ada aturan agama, budaya, dan adat ketimuran yang dipedomani. 

"Demokrasi kita harus mencerminkan ketuhanan yang maha esa hingga sila lima mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Oleh karena itu misalnya LGBT, seks bebas,  terlarang di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila khususnya sila pertama meski mereka mengatasnamakan hak asasi manusia" tegas Jazuli.  

Di akhir presentasi dan sesi tanya jawab dari sejumlah mahasiswa, Anggota Komisi I ini mengajak mahasiswa yang hadir untuk aktif mengembangkan konsep keilmuwan dan mempromosikan demokrasi Pancasila yang memang sesuai dengan karakter dan jati diri bangsa Indonesia. 

"Kalian harus mengambil bagian dalam mengokohkan identitas kita sebagai bangsa termasuk dalam menerapkan demokrasi. Di tangan adik-adik sekalian masa depan bangsa ini dilanjutkan dan saya bangga hadir di sini menjadi bagian yang menyaksikan generasi muda yang cerdas dan berkarakter," pungkas Jazuli disambut tepuk tangan mahasiswa.(yn)