logo

Wakil Rakyat Micro Site

Selasa, 16 Juli 2019 | Edisi : Indonesia
Opini

Komisi III Minta Polisi Usut Tuntas Sindikat Saracen

Minggu, 03 Sep 2017 - 12:48:44 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
94nasir-djamil.jpg
Sumber foto : Istimewa
Nasir Djamil

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ulah sindikat ‘Saracen’ yang kerap menyebarkan kebencian dan fitnah berbau SARA di media sosial membuat masyarakat resah. Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kelompok itu sampai ke akar-akarnya. 

"Karena itu sudah saatnya polisi mengusut tuntas kelompok penjual kebohongan melalui media sosial secara objektif dan bertanggungjawab. Artinya jangan ada unsur politik dalam menelanjangi kelompok yang menjual kebohongan itu," kata Nasir di Jakarta, Minggu (3/9/2017).

Menurut politikus PKS itu, dewasa ini, sindikat kejahatan yang menerima dan menyalurkan berita bohong untuk kepentingan politik seseorang atau kelompok dengan maksud ingin membunuh karakter dan menjatuhkan orang lain sangat mudah dilakukan.

"Perkembangan teknologi informasi, salah satunya media sosial, mampu menyalurkan hasrat jahat orang untuk menyerang orang lain di dunia maya," ujar dia.

Apalagi, dikatakan Nasir, Saracen sejak awal memang kelompok penjual kebohongan dibentuk sendiri lalu dihancurkan dalam rangka untuk membunuh karakter orang dan golongan tertentu.

"Saya pikir semua orang yang masih normal dan punya akal sehat akan resah dengan modul menjual berita-berita bohong. Tapi akan lebih resah lagi jika pengusutannya dibalut kepentingan politik dan kekuasaan," papar Nasir.

Sekadar diketahui, Saracen mematok harga puluhan juta saat menawarkan jasa menyebarkan hoax ke sang pemesan. Hal tersebut diketahui dari satu bundel proposal yang diamankan aparat.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni JAS, SR, MFT, serta MAH. Kemudian, dalam perkembangannya, polisi menemukan 14 rekening terkait dengan sindikat Saracen.

Dengan adanya temuan itu, polisi telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dalam rekening tersebut.(yn)