logo

Wakil Rakyat Micro Site

Kamis, 18 Januari 2018 | Edisi : Indonesia

Nasir Djamil Hadiri Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh

Selasa, 26 Des 2017 - 18:06:28 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
33Nasir-Djamil-Aceh.jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan
Nasir Djamil

BANDA ACEH (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menghadiri peringatan 13 tahun bencana tsunami Aceh, Selasa (26/12/2017). Acara tersebut digelar perangkat Gampong Pande Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh.

Gampong tersebut merupakan kawasan yang kerusakannya paling parah saat gempa dan tsunami menimpa Aceh 13 tahun silam.

Di hadapan wartawan dan didampingi aparat gampong, Kapolsek Kutaraja dan unsur TNI serta pemuda, Nasir berharap 13 tahun peringatan gempa dan tsunami ini mampu meningkatkan ketangguhan dalam mengantisipasi datangnya bencana.

Karena itu, politisi asal Aceh itu, berharap di tengah masyarakat dan pemerintah harus ada perubahan paradigma. Yang semula tanggap darurat menjadi paradigma mitigasi bencana.

"Perubahan paradigma ini akan menentukan seberapa cepat, tepat dan komprehensifnya pemerintah dan masyarakat dalam merespon bencana," ujarnya.

Nasir juga mengharapkan agar Rancangan Qanun Kebencanaan yang saat ini dibahas di DPR Aceh bisa segera rampung.

"Memang jika dibandingkan dengan 13 tahun setelah gempa dan tsunami Aceh, kita terlambat merealisasikan qanun tersebut," ujarnya.

Menurut Nasir, jika qanun itu selesai, harus ada prosedur yang jelas dan terinci bagaimana melakukan pendidikan dan pelatihan kebencanaan.

"Mulai dari anak-anak sampai orang tua diharapkan punya pemahaman yang sama bahwa kita harus melahirkan masyarakat yang sadar, peduli dan tangguh terhadap bencana," pungkasnya.

Salah satu rangkaian acara peringatan juga digelar simulasi antisipasi Tsunami yang diikuti semua lapisan usia dalam masyarakat ikut serta. Bahkan anak-anak terlihat sangat antusias.

Sementara itu Pemerintah Aceh, memusatkan peringatan bencana alam itu di kawasan Leupung, Aceh Besar.

Kegiatan simulasi gempa dan tsunami yang difasilitasi oleh instansi pemerintah yang bergerak di kebencanaan, puluhan lembaga swadaya masyarakat dan lembaga charity. Bahkan komunitas wartawan juga ikut hadir.(yn)