logo

Wakil Rakyat Micro Site

Sabtu, 23 Juni 2018 | Edisi : Indonesia

Nasir Djamil Berharap Pengganti Buwas dari Internal BNN

Kamis, 08 Peb 2018 - 10:59:54 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
17nasir-djamil.jpg
Sumber foto : Istimewa
Nasir Djamil

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil berharap Presiden Joko Widodo menunjuk calon pengganti Kepala BNN Komjen Polisi Budi Waseso (Buwas) dari internal BNN.

Hal itu dikatakan Nasir jelang berakhirnya masa jabatan Buwas sebagai Kepala BNN pada awal Maret 2018 mendatang.

“Jika tidak, maka keinginan Presiden Jokowi memerangi narkoba akan dimaknai sebagai 'perang-perangan' saja,” kata Nasir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Di samping memasuki masa pensiun di kepolisian, lanjut Nasir, umur Buwas juga sudah melewati batas seperti yang diatur oleh undang-undang. Politisi asal Dapil Aceh ini juga mengingatkan tugas menjadi Kepala BNN harus mampu menjaga integritas.

“Kepala BNN itu godaan uangnya tak terhitung karena sindikat narkoba ingin menyuap aparat penegak hukum agar bisnis haramnya bebas keluar dan masuk. Jika tidak punya integritas, maka akan tunduk dengan keinginan sindikat,” tuturnya.

Lebih jauh, Nasir menilai selama dua setengah tahun memimpin BNN, Buwas telah menunjukkan integritas dan kemauan yang kuat untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Usahanya membuat modul dan kurikulum pendidikan anti narkoba untuk pelajar sangat diapresiasi oleh Komisi III DPR RI. Bahkan, berbagai penangkapan kasus narkoba serta menggagalkan penyeludupan narkoba ke Indonesia juga sukses ditangan Buwas dan anggotanya.

“Buwas itu memang buas dengan sindikat dan bandar narkoba. Ia juga telah meningkatkan kualitas panti-panti rehabilitasi narkoba dimana sebelumnya tidak memiliki acuan yang sama,” jelasnya.

Dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI dan BNN baru-baru ini, Nasir juga menyinggung, tentang regenerasi di tubuh BNN.

“Jika Buwas diperpanjang kita setuju. Tapi regenerasi akan mandek. Saya pikir ada beberapa deputi di BNN saat ini yang layak menggantikan Buwas, misalnya Arman Depari,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak main-main dalam memerangi narkoba dan memberikan pengetatan dan hukuman yang maksimal kepada jaringan sindikat narkoba. Selain itu peningkatan anggaran pemberatnasan narkoba juga perlu diperhatikan.

“Anggaran BNN wajib ditambah dan gedung untuk mereka berkantor juga perlu dibangun agar tidak menumpang dengan institusi lainnya,” tandasnya.(yn)