logo

Wakil Rakyat Micro Site

Sabtu, 23 Juni 2018 | Edisi : Indonesia

PPP Kecam Keras Kebijakan Donald Trump

Kamis, 07 Des 2017 - 21:00:00 WIB
Sahlan, TEROPONGSENAYAN
33Romahurmuziy-PPP.jpeg
Sumber foto : Istimewa
Romahurmuziy

JAMBI (TEROPONGSENAYAN)--PPP mengecam keras keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"PPP melalui Komisi I DPR akan memanggil Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menyampaikan sikap Indonesia yang tegas dan lugas," kata Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy usai memberi kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin, Jambi, Kamis (7/12/2017).

Sikap resmi Indonesia juga untuk mendapatkan dukungan internasional agar bisa menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada pemilihan mendatang. PPP juga akan berkirim surat protes ke Kedutaan Besar AS di Jakarta.

"Saya menyerukan agar rakyat AS juga mempertanyakan keputusan sepihak Trump. Karena selama ini, seluruh Presiden AS sebelumnya selalu menerbitkan memorandum enam bulan sekali untuk menunda keputusan Kongres AS," ujarnya.

Hal tersebut untuk meletakkan posisi AS tetap di tengah. Sehingga dapat menyelesaikan persoalan antara Israel dengan Palestina yang belum tuntas.

"Pemindahan itu justru menempatkan AS pada posisi sama dengan Israel. Sehingga, di masa mendatang sangat sulit membayangkan AS mampu untuk mendapatkan kepercayaan internasional bisa berada di posisi tengah," tandasnya.

Oleh karenanya, AS harus mencabut kembali keputusannya itu. Yaitu menerbitkan memorandum dalam rangka menunda pemindahan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Pemindahan itu juga menunjukkan kuatnya lobi Yahudi di pemerintahan Trump. Padahal, saat ini pemerintahan Trump tengah mengalami himpitan politik dalam negeri," tegasnya.

Oleh karenanya, Indonesia harus bersikap tegas terhadap AS. Sikap. tegas pemerintah dapat dilakukan dengan menyampaikan nota keberatan kepada Dewan Keamanan PBB.

"Khususnya atas langkah sepihak yang dilakukan oleh AS. Apalagi, pemindahan ibu kota hanya akan meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah," tukasnya.

Selain itu, akan disusul dengan reaksi yang lebih keras daripada sekedar pernyataan. Untuk itu, Trump sebaiknya jangan menggunakan sentimen dalam negeri dan lobi Yahudi demi kepentingan domestiknya.

"Karena, sikap AS hanya menunjukkan keberpihakan dan proteksinya kepada Israel," ucapnya.(yn)