logo

Wakil Rakyat Micro Site

Minggu, 21 Oktober 2018 | Edisi : Indonesia

PPP Pastikan Tidak Ada Campur Tangan Asing pada Pemilu 2019

Senin, 11 Jun 2018 - 14:11:49 WIB
Enjang Sofyan, TEROPONGSENAYAN
30romi.jpg
Sumber foto : ist
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) memastikan tidak ada campur tangan asing pada Pemilu 2019.

"Saya pastikan dalam proses demokrasi di Indonesia secara prosedural melalui Pemilu tidak akan mungkin ada satupun campur tangan asing untuk mendikte. Karena rakyat memiliki kewenangan berdasarkan Undang-undang untuk memilih secara langsung," kata Romi kepada TeropongSenayan, di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Alasannya, lanjut Romi, negara atau kelompok asing memiliki urusan masing-masing.

"Gimana mereka bakal mencampuri kita, mereka saja masih banyak urusan, apalagi mereka mau mencampuri kita," ujarnya.

"Kedua bahasanya saja gak sama, bagaimana mau mencampuri. Ketiga, kulitnya saja berbeda dengan kita, bagaimana mereka mau sembunyi di antara orang-orang kita," tambah Romi.

Kalaupun, imbuh Romi, ada pemimpin di Indonesia yang melakukan komunikasi dengan pihak asing, itu hanya sebatas membicarakan program-program kerja ke depan.

"Kalau ada pimpinan-pimpinan nasional atau bakal calon presiden dan calon Wakil presiden yang berkomunikasi dengan negara lain, itu adalah bagian dari visinya untuk mendudukkan Indonesia ke depan. (Itu) bukan bagian dari bentuk intervensi asing," tuturnya.

Dia mencontohkan krisis moneter tahun 98. Pada saat itu, Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie melakukan konsolidasi dengan Central Bank yang ada di Jerman. Namun, Romi menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk intervensi Jerman terhadap Indonesia.

"Dulu ketika Pak Habibie diangkat jadi Presiden tahun 98, yang namanya Bundesbank Bank Central Germany menggelontorkan dana besar-besaran kepada Indonesia untuk menjadikan rupiah menguat. Dan waktu itu penguatannya luar biasa, sampai gak pernah dicapai lagi oleh pemimpin-pemimpin sesudahnya. Karena waktu itu bisa mencapai Rp 6.700. kenapa?, Karena penghormatan negara Jerman atas Pak Habibie, itu bukan bentuk intervensi," paparnya.

Artinya, lanjut Romi, apa yang dilakukan BJ Habibie pada saat itu tidak ada intervensi asing.

"Jadi hanya apresiasi mendekat kepada Indonesia waktu itu. Hanya sebatas itu yang bisa mereka (asing) lakukan, apalagi mendikte siapa yang akan dicalonkan, siapa yang harus dipilih, mereka (asing) tidak akan bisa," pungkasnya. (plt)