logo

Wakil Rakyat Micro Site

Senin, 17 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Rommy: Ada Gerakan Mengaburkan Hubungan Islam dan Nasionalisme

Rabu, 04 Jul 2018 - 16:07:24 WIB
sahlan ake, TEROPONGSENAYAN
7romahurmuziy.jpg
Sumber foto : ist
Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy (Rommy) mengaku prihatin dengan maraknya upaya memisahkan agama dan nasionalisme yang marak saat ini. Padahal para ulama yang ikut mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan selalu menyuarakan nasionalime.

“Gerakan Islam di era tahun 1900-an menginsiasi pemersatuan agama dan nasionalisme. Dan itu terwujud dalam Pancasila,” kata Rommy saat hadir di acara halalbihalal yang diadakan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Upaya mempersatukan agama dan nasionalisme itu dilakukan oleh organisasi dan gerakan Islam. Baik itu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan tentu saja Partai Sarekat Islam (PSI) yang telah mempeloporinya.

Namun akhir-akhir ini, menurut Rommy, ada yang kencang mewacanakan untuk memisahkan agama dan nasionalime, khususnya di media sosial. Ada kelompok gerakan Islam transnasional yang berupaya mengaburkan batas nasionalisme.

Untuk itu ia meminta semua pihak untuk betul-betul mewaspadai persoalan ini. Karena bukan tidak mungkin, upaya kotor dari sebagian kecil masyarakat ini akan membuat Bangsa Indonesia masuk dalam pertikaian yang berkepanjangan.

“Sudah banyak contohnya di negara Timur Tengah. Ketika pengaburan nasionalisme ini diinsiasi kelompok kecil saja seperti di Syiria dan negara lain, ternyata menimbulkan pertikaian yang besar dan tidak bisa terkendali,” jelas Rommy.

Cara untuk mengaburkan Islam dan nasionalime itu diantaranya dengan mempertanyakan dalil tentang nasionalisme. Ada ceramah ustad, kata Rommy, yang menyatakan nasionalisme bukan dari ajaran Islam.(plt)