logo

Wakil Rakyat Micro Site

Kamis, 18 Januari 2018 | Edisi : Indonesia
Aspirasi

DPR Bawa Kasus Kekerasan Rohingya ke Parlemen Internasional

Selasa, 05 Sep 2017 - 11:52:26 WIB
Bara Ilyasa, TEROPONGSENAYAN
76TaufikKurniawan(mandor).jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan
Taufik Kurniawan (kiri)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengungkapkan, pihaknya akan membahas persoalan krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di World Parliamentary International Forum, Rabu (6/9/2017) di Bali.

Sebelum itu, pimpinan DPR sendiri akan mengadakan rapat pimpinan hari ini, Selasa (5/9/2017), untuk menyamakan persepsi menanggapi krisis rohingya. Sebab, selama ini banyak perbedaan pendapat antar fraksi-fraksi di DPR RI.

"Kita akan lakukan rapim ditindaklanjuti kemudian kami akan konsultasi rapat pimpnan fraksi sebagai rekomendasi politik resmi dari DPR yang akan disampaikan pada World Parliamentary International Forum," ujar Taufik di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (4/9/2017).

"Forum itu diikuti 47 negara, termasuk Myanmar juga hadir. Karena ini sudah serius dan sudah mengarah ke genosida," tambahnya.

Menurut Taufik Kurniawan, kasus yang ada di Myanmar adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa dan gelar penerima penghargaan nobel perdamaian 1991 Tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi juga harus dicabut.

"Ini sudah menyangkut kejahatan kemanusiaan luar biasa, termasuk rekomendasi agar nobel Aung San Suu Kyi ditarik, dan meminta kepada pemerintah lebih keras lagi," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar pemerintah Myanmar menghentikan aksi kekerasan terhadap warganya.

"Sore tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk Muslim di Myanmar dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (3/9).

Presiden juga menyampaikan penyesalannya terhadap aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar sejak dua pekan lalu dan perlu sebuah aksi nyata tidak hanya kecaman-kecaman.

Presiden telah menugaskan Menlu RI Retno Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk dengan Sekjen PBB Antonio Guterres dan Penasihat Khusus untuk Rakhine State Kofi Annan.

Menlu Retno Marsudi dijadwalkan bertemu dengan Menlu merangkap Konselor Negara Republik Persatuan Myanmar Aung San Suu Kyi yang juga pemimpin Partai Liga Demokrasi Nasional, partai mayoritas parlemen Myanmar pada Senin (4/9) di Myanmar.(yn)