logo

Wakil Rakyat Micro Site

Rabu, 19 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Pesan Pimpinan DPR: Jangan Menjadi Pemimpin Karbitan

Minggu, 22 Okt 2017 - 21:00:27 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
8taufik-kurniawan-kokam.jpg
Sumber foto : Istimewa
Taufik Kurniawan

KARANG ANYAR (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, di era reformasi semua orang bisa menjadi pemimpin di tingkat nasional dan lokal. Namun, kata dia, calon pemimpin harus mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia, jangan hanya mengejar popularitas saja.

"Saya harap calon pemimpin jangan kerja hasil survei namun harus menunjukkan darma bhakti bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Taufik dalam acara pembukaan Jambore Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) wilayah Jawa Tengah, di Karang Anyar, Minggu (22/10/2017).

Dia mengatakan, di era reformasi, yang ada peran besar Muhammadiyah, menjadikan setiap orang bisa menjadi presiden dan kepala daerah karena munculnya kebebasan serta persamaan tiap orang dalam berpolitik.

Politikus PAN ini mengingatkan, ada hal-hal yang harus dipegang teguh calon pemimpin yaitu meneladai sifat Nabi Muhammad seperti sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fatonah (cerdas).

"Calon pemimpin harus Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah serta jangan bersikap sok berkuasa dan jangan menjadi pemimpin karbitan," ujarnya.

Dia mengatakan di setiap pergerakan republik ini, Muhammadiyah selalu ikut serta dalam perjuangan kebangsaan hingga memberikan andil dalam lahirnya reformasi melalui Amien Rais yang merupakan tokoh organisasi tersebut.

Karena itu dia mengatakan saat ini tinggal kembali pada diri kader Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah, apakah hanya mau menjadi penonton, ataukah kita mau menjadi garda terdepan dalam meningkatkan reformasi.

"Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pemimpin, apakah itu gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota, bahkan menjadi presiden atau wakil presiden. Karena itu kita tidak boleh menjadi penontan dan pelengkap penderita namun harus memberikan apa yang kita miliki untuk bangsa Indonesia," ujarnya.

Taufik mengingatkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Pemuda Muhammadiyah untuk ambil bagian memberikan kemampuannya kepada bangsa Indonesia.

Selain itu dia mengingatkan agar serta mewaspadai pihak-pihak yang hilang ketika Muhammadiyah menyuarakan reformasi namun setelah itu muncul menjadi mafia beras, mafia garam.

Dalam kesempatan itu, dia juga mendorong agar kader KOKAM mengedepankan Trilogi KOKAM yaitu menjaga ukhuwah islamiyah, menjaga NKRI, dan menggembirakan kehidupan kemanusiaan serta kebangsaan harus digerakkan oleh setiap personel KOKAM.

Apel Siaga Jambore KOKAM wilayah Jawa Tengah dihadiri 5.000 anggota KOKAM dari seluruh Jawa Tengah, di Alun-Alun Kabupaten Karang Anyar, Minggu.
Hadir dalam acara itu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Danil Anzar Simanjuntak, Bupati Karang Anyar Juliyatmono dan sejumlah tokoh Muhammadiyah di Karang Anyar.(yn)