logo

Wakil Rakyat Micro Site

Rabu, 19 September 2018 | Edisi : Indonesia

Taufik Kurniawan: Pemuda Harus Jadi Agen Demokrasi Basmi Patologi Birokrasi

Minggu, 29 Okt 2017 - 13:48:34 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
80TaufikKurniawan-indra.jpg
Sumber foto : Istimewa
Taufik Kurniawan

SEMARANG (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda harus jadi momentum bagi kalangan muda untuk menghilangkan patologi sosial, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta penyalahgunaan kekuasaan.

Menurut dia, cara yang bisa dilakukan adalah memahami sistem meritokrasi yaitu menempatkan seorang sesuai dengan tolak ukur profesionalisme kerja.

"Pemuda harus bisa menjadi agen-agen demokrasi yang bisa menghilangkan dan membasmi patologi birokrasi dengan cara tingkatkan efektivitas meritokrasi," kata Taufik usai mengajar di Program Magister Administrasi Publik Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu (28/10/2017).

Selain itu menurut Taufik, pemuda juga harus bisa mendorong dan ikut berpartisipasi memunculkan pemimpin-pemimpin visioner melalui elektoral sehingga patologi birokrasi bisa hilang.

Wakil Ketua Umum PAN itu menilai, para pemuda merupakan generasi harapan bangsa, diharapkan dari nilai-nilai reformasi yang bergulir, mereka bisa memanfaatkan untuk ambil bagian sebagai calon pemimpin masa mendatang.

"Pemimpin visioner adalah pemimpin yang benar-benar mengilhami, mendalami, dan memahami sumpah pemuda. Pemuda bisa menjadi bagian dalam mencari pemimpin visioner Indonesia mendatang," ujarnya.

Dia menilai di era reformasi, siapapun bisa menjadi apapun, namun itu bisa menjadi peluang dan ancaman bagi Indonesia.

Menurut dia, menjadi peluang karena setiap orang bisa menjadi pemimpin di semua tingkatan, mulai dari daerah sebagai kepala daerah hingga di tingkat pusat menjadi presiden.

"Menjadi ancaman ketika jatuh pada pemikiran pragmatis yaitu menjadi pemimpin di daerah maupun di pusat menggunakan cara-cara berbahaya seperti politik uang," katanya.

Ancaman itu menurut dia bisa dihilangkan apabila para pemuda Indonesia memberikan pemahaman bahaya patologi birokrasi dan bisa dihadapi dengan memilih calon visioner melalui tahapan elektoral secara konstitusional seperti Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.(yn)