logo

Wakil Rakyat Micro Site

Sabtu, 23 Juni 2018 | Edisi : Indonesia

Perayaan Natal Aman, Taufik Kurniawan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Senin, 25 Des 2017 - 21:41:48 WIB
Bara Ilyasa, TEROPONGSENAYAN
89TaufikKurniawan.jpg
Sumber foto : Istimewa
Taufik Kurniawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengapresiasi langkah sigap kepolisian dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Taufik menilai, kesuksesan kepolisian dalam mengamankan perayaan Natal mencerminkan harmonisnya kebhinekaan yang ada di Indonesia.

"Kepolisian sigap dan mengambil langkah-langkah antisipatif dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018. Hal ini perlu diapresiasi, meski rasa nyaman dan aman adalah hak setiap warga negara dalam menjalankan aktifitasnya," kata Taufik di Jakarta, Senin (25/12/2017).

Menurutnya, pola pengamanan sinergis yang dilakukan Polri dengan TNI, menjadi kekuatan besar pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Karenanya, masyarakat tidak perlu khawatir bila ingin merayakan Natal dan malam pergantian akhir tahun di negara ini.

"Aparat negara sudah siap. Melalui Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, negara sudah menyatakan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 yang dilakukan secara optimal. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.

Menurut Taufik, penangkapan empat Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia yang diduga akan bergabung dengan ISIS di Suriah juha tak perlu membuat masyarakat was-was. Sebab, aparat keamanan telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan tindakan tegas terhadap ancaman terhadap keamanan nasional itu.

"Seluruh elemen negara harus merangkul dan terus mengingatkan bahwa bangsa Indonesia terbangun atas dasar keberagaman dan toleransi yang kuat. Indonesia terdiri dari beragam agama, suku bangsa, dan warna kulit. Kesadaran ini harus terbangun di seluruh elemen bangsa, terlebih generasi muda," jelas Taufik.

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mengokohkan kebhinekaan. Ia berharap, kebhinekaan tak dinodai dengan tindakan-tindakan yang merusak iklim toleransi, karena kebhinekaan ikut membidani kelahiran Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sebenarnya, masyarakat Indonesia tak perlu diajarkan lagi tentang bagaimana dan seperti apa toleransi. Kehinekaan merupakan salah satu unsur yang membidani lahirnya NKRI. Namun, nilai-nilai yang 'dikikis kepentingan' ini harus diingatkan kembali," ujar dia.(yn)