logo

Wakil Rakyat Micro Site

Rabu, 19 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Darurat Narkoba, DPR Dorong Pemerintah Revisi UU Narkotika

Senin, 26 Peb 2018 - 14:53:48 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
77taufik-kurniawan-alus.jpg
Sumber foto : Istimewa
Taufik Kurniawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Belakangan ini aparat kepolisian berhasil mengamankan narkotika jenis sabu-sabu sekitar 1,6 ton di Perairan Anambas, Kepri. Pimpinan DPR mendorong agar pemerintah merevisi UU tentang Narkotika.

"Revisi UU Narkoba sudah menjadi Prolegnas Prioritas tahun 2018 dalam pembahasan UU di DPR RI. Untuk itu, kami mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan revisi UU ini. Apalagi dengan situasi penyelundupan narkoba akhir-akhir ini yang membuat gelisah seluruh pihak," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Taufik menilai, UU Narkotika saat ini sudah lemah dalam memberikan efek jera kepada para bandar maupun pengedar narkoba. Sehingga, penyelundupan narkoba semakin meningkat, dengan berbagai jenis modus operandi.

Karena narkotika merupakan extraordinary crime, Waketum PAN ini menekankan harus ada UU yang harus memberi sanksi tegas pada para bandar hingga pengedar.

"Narkoba merupakan salah satu tindak pidana khusus extraordinary crime, tapi regulasinya belum memberikan efek jera dan sanksi yang kuat bagi bandar maupun pengedar. Apalagi, kini banyak jenis narkoba yang tidak masuk dalam UU Narkotika," ucap Taufik.

Taufik menambahkan, jika pemerintah tak siap untuk menyampaikan draft RUU Narkotika, maka DPR siap mengambil alih inisiatif revisi UU Narkotika. Mengingat, UU ini sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas, sehingga dinilai sudah sangat mendesak.

"Jika pemerintah tidak sanggup menyelesaikan revisi UU Narkoba, maka DPR siap ambil alih inisiatif revisi UU ini agar dapat segera diselesaikan. Jika UU tidak segera diselesaikan pada tahun ini, lalu tahun depan Pileg, maka baru dibahas dengan anggota DPR periode mendatang," tandasnya.(yn)