logo

Wakil Rakyat Micro Site

Kamis, 20 September 2018 | Edisi : Indonesia

DPR: Peredaran Narkoba di Indonesia Seperti Kanker Stadium Empat

Selasa, 27 Peb 2018 - 18:47:43 WIB
Bara Ilyasa, TEROPONGSENAYAN
11taufik-kurniawan3.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Taufik Kurniawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Indonesia diserbu berton-ton narkoba. Terakhir, aparat penegak hukum berhasil mengungkap penyelundupan narkoba sebanyak 3 ton jenis sabu-sabu di Kepulauan Riau. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengaku geram dengan hal itu.

“Penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia bukan hanya kronis, tapi sudah stadium empat. Beberapa gram narkoba saja sudah bisa merusak generasi bangsa, apalagi sampai berton-ton. Penyelundupan narkoba harus dilacak, dan dihentikan,” tegas Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Politisi F-PAN itu pun mendorong beberapa pihak terkait, seperti Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI Angkatan Laut, Bea dan Cukai, hingga Polair, untuk semakin mewaspadai berbagai modus penyelundupan narkoba melalui daerah perbatasan, dan masuk ke wilayah Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’.

“Aparat harus mewaspadai pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ di pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga. Patroli harus semakin diperketat. Karena wilayah-wilayah itu rawan terhadap penyelundupan narkoba,” tandas Taufik.

Ketika diminta pendapat terkait banyak narapidana yang menjadi pengendali narkoba, padahal telah mendapat vonis hukuman mati, Taufik mendorong Kejaksaan Agung untuk segera melakukan eksekusi mati. Hal ini menjadi ironi, ketika Indonesia bertekad melawan narkoba, namun masih ada napi yang mengendalikan peredaran narkoba.

“Kejaksaan Agung tidak kompromi dengan napi yang mengendalikan narkoba. Bahkan, napi narkoba yang sudah divonis hukuman mati, harus diprioritaskan untuk segera dieksekusi,” tegas Taufik.

Dalam kesempatan berbeda, Jaksa Agung H.M Prasetyo mengaku akan memprioritaskan hukuman mati untuk napi pengendali narkoba. Prasetyo memahami, banyak narapidana yang bahkan sudah divonis mati pengadilan tetap menjadi pengendali narkoba dari balik jeruji besi. Ia berjanji eksekusi mati berikutnya akan memprioritaskan para narapidana yang mengendalikan peredaran narkoba.(yn)