logo

Wakil Rakyat Micro Site

Minggu, 21 Oktober 2018 | Edisi : Indonesia

Taufik Kurniawan: Pawai Anak Bercadar Bawa Replika Senjata Jangan Terulang

Senin, 20 Agu 2018 - 09:49:12 WIB
Bara Ilyasa, TEROPONGSENAYAN
36Anak-bercadar-senjata.jpeg.jpeg
Sumber foto : Istimewa
Siswa TK Kartika memakasi kostum bercadar dan menenteng replika senjata, Sabtu (18/8/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia kali dimeriahkan dengan pawai kostum dari siswa-siswa sekolah. Namun, pada HUT ke-73 RI ini, sempat viral video dimana murid Taman Kanak-Kanak (TK) di Probolinggo berpawai mengenakan kostum pakaian serba hitam dan juga cadar. Ditambah lagi, mereka juga dilengkapi dengan replika senjata.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menegaskan, kejadian seperti ini tak boleh terulang lagi. Menurutnya, dengan adanya penggunaan properti senjata, walaupun merupakan senjata replika, hal itu seperti mengajarkan kekerasan kepada anak-anak. Hal ini menjadi kelalaian yang seharusnya tak perlu terjadi.

“Saya mendengar, ini merupakan kelalaian dari pihak sekolahnya, dan penggunaan senjata itu karena propertinya sudah ada dan untuk menghemat dana. Tapi itu juga tidak dibenarkan. Anak-anak tak bisa diajarkan seolah siap bertempur atau menggunakan kekerasan. Kejadian ini tak boleh terulang lagi,” tegas Taufik ketika dikonfirmasi, Senin (20/8/2018).

Menurut Taufik, mengajak anak untuk berpawai dalam kegiatan HUT Kemerdekaan RI merupakan langkah yang baik untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Namun harus dilakukan dengan cara yang mendidik, serta disesuaikan dengan usia dan dunia anak-anak, yakni dunia yang ceria dan jauh dari kekerasan.

“Ini bisa menjadi preseden yang buruk bagi anak, karena dia bisa mempersepsikan bisa menggunakan senjata. Pawai itu bisa disesuaikan dengan usia anak, harus yang ceria, dan mengajak anak untuk berkreasi. Jangan sampai membuat kegiatan yang merusak cara pandang anak,” tandas Waketum PAN itu.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu pun mengingatkan pihak terkait untuk mengusut hal itu, dan mendorong kepada aparat keamanan dan pelaku pendidikan, agar kejadian ini tak terulang lagi ke depannya.

Seperti diketahui, Sabtu (18/8/2018) kemarin, perhatian masyarakat tertuju pada kasus  sejumlah anak peserta karnaval berpakaian dan cadar hitam. Tak hanya itu, murid TK itu disuruh menenteng replika senjata. Mereka menjadi peserta pawai budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo.

Penemuan ini sudah ditangani pihak Kepolisian. Menurut keterangan Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, pawai tersebut memang benar terjadi di Probolinggo. Pihaknya masih melakukan proses klarifikasi kepada pihak sekolah.(yn)